produk nag THP

Buah Naga Merah-Segar & Berkhasiat

— Budi Sutomo • November 14th, 2007 • 17 komentar

Buah naga atau dragon fruit (buah dari tanaman Hylocereus undatus) termasuk pendatang baru yang cukup popular. Masuk akal, selain penampilannya yang eksotik, rasanya asam manis menyegarkan dan memiliki beragam manfaat untuk kesehatan.

Pendatang baru satu ini langsung terkenal. Bentuknya yang unik dengan warna mencolok, mengundang keingina-tahuan orang. Kini buah naga telah dibudidayakan di Indonesia dan ternyata, bukan cuma buahnya yang unik, bentuk pohonnya juga bagus dengan bunga harum semerbak. Cukup cantik sebagai tanaman hias penyemarak taman.

Buah Pembawa Berkah Di negeri asalnya, RRC, buah naga atau thang-loy tergolong buah purba. Masyarakat setempat menganggap buah ini membawa berkah, sebab itu selalu muncul di setiap acara pemujaan. Orang-orang suku Indian dan penduduk Mexico juga mengkonsumsi buah naga, mereka menyebutnya dengan pitaya roja atau pitaya merah. Asal tahu saja, buah yang di sini tergolong buah elit dan mahal ini, di Vietnam dan Thailand – jika sedang musim -buah ini dipasarkan di wet market alias pasar becek.

Buah naga dihasilkan tanaman sejenis kaktus. Buah asal Mexico ini mempunyai sulur batang yang tumbuh menjalar. Batangnya berwarna hijau dengan bentuk segi tiga. Bunganya besar, berwarna putih, harum dan mekar di malam hari. Setelah bunga layu akan terbentuk bakal buah yang menggelantung di setiap batangnya.

Kultivar aslinya tanaman ini berasal dari hutan teduh. Orang biasanya memperbanyak tanaman dengan cara setek atau menyemai biji. Tanaman akan tumbuh subur jika media tanam porous (tidak becek), kaya akan unsur hara, berpasir, cukup sinar mata hari dan bersuhu antara 38-40o C. Jika perawatan cukup baik, tanaman akan mulai berbuah pada umur 11- 17 bulan.

Segar & Banyak Manfaat Selain buah naga merah dengan daging putih, varietas buah naga banyak ragamnya. Ada yang berkulit kuning dengan daging buah putih (selenicereus megalanthus) atau berkulit merah dengan daging buah merah (Hylocereus costaricensis). Berat rata-rata buah ini berkisar antara 300-500 gr. Sekilas rasa buah naga seperti buah kiwi, kombinasi antara manis, asam dan segar. Kita bisa menyantapnya sebagai buah meja, diolah menjadi puding, isi pai, campuran salad atau es buah.

Dibalik rasanya yang manis menyegarkan, buah naga kaya akan manfaat. Banyak orang percaya buah ini dapat menurunkan kolesterol dan penyeimbang gula darah. Memang belum ada penelitian pasti tentang manfaat buah ini. Namun, mengingat asalnya dari jenis buah kaktus, kita percaya buah naga mengandung vitamin C, beta karoten, kalsium dan karbohidrat. Yang pasti buah naga tinggi serat sebagai pengikat zat karsinogen penyebab kanker dan memperlancar proses pencernaan. (Teks&Foto: Budi Sutomo)

Topik: Ulas Bahan
Resep: Puding lapis Buah

— Budi Sutomo • November 14th, 2007 • 2 komentar

Hidangan penutup yang satu ini memang menggoda selera. Rasanya segar dengan isi aneka buah-buahan yang menyehatkan. Proses pembuatannya praktis dan cepat. Cocok untuk sajian keluarga.

Resep/Dapur Uji/Foto/Food Stylist: Budi Sutomo

Bahan:

7 g bubuk agar putih

100 g gula pasir

450 ml susu tawar cair

100 ml air

100 g melon, potong dadu

100 g semangka, potong dadu

100 g stroberi, potong-potong

100 g nanas, potong dadu

¼ sdt pasta cokelat

Cara Membuat:

1.Didihkan bubuk agar dengan, gula dan air. Masak hingga mendidih.

Siapkan cetakan pudding yang telah dibasahi dengan air matang. Masukkan potongan buah-buahan ke dalam cetakan pudding. Siram dengan adonan agar bening hingga setengah dari tinggi cetakan. Dinginkan hingga mengeras.

Tambahkan pasta cokelat dan susu tawar cair pada sisa adonan agar, didihkan kembali. Siramkan ke atas adonan agar bening. Bekukan, keluarkan dari cetakkan. Hidangkan dingin.

Untuk 6 Porsi

Tip: Agar puding mudah dikeluarkan, basahi terlebih dahulu cetakan puding dengan air matang.

Topik: Puding
Mengenal Kombu & Wakame

— Budi Sutomo • November 14th, 2007 • komentar

Sejenis ganggang laut yang dikeringkan. Kombu atau konbu adalah bahan dasar membuat kaldu pada masakan Jepang. Setelah direbus kuahnya untuk kaldu dan kombunya digunakan untuk isi soup, salad atau tumisan. Kombu banyak mengandung senyawa sodium glutamate yang mempunyai rasa lezat. Sangat cocok digunakan sebagai penyedap masakan.

Sedikit berbeda dengan wakame, bentuknya hampir menyerupai kombu, biasanya digunakan untuk campuran salad, isi soup atau campuran mie. jangan merebus wakame lebih dari satu menit untuk mendapatkan citarasa yang maksimal. Wakame dijual dalam bentuk kering, rendam di dalam air dingin hingga mengembang sebelum digunakan. Teks&Foto: Budi Sutomo

Topik: Ulas Bahan
Cegah Sakit Kepala Dengan Daun Mint

— Budi Sutomo • November 10th, 2007 • 1 komentar

Daun mint (Mentha cordifolia) mempunyai aroma wangi dan cita rasa dingin menyegarkan. Aroma wangi dan semriwing daun mint disebabkan kandungan minyak asiri berupa minyak menthol. Daun ini mengandung vitamin C, provitamin A, fosfor, besi, kalsium dan potasium. Serat, klorofil dan fitonutrien juga banyak terkandung di dalam daun mint. Daun mint dipercaya dapat memulihkan stamina tubuh, meredakan sakit kepala, mencegah demam, mempunyai sifat antioksidan pencegah kanker dan menjaga kesehatan mata.

Banyak orang bingung mengolah daun mint. Sebagian orang menganggap daun mint hanya sebatas sebagai hiasan kue, puding atau minuman. Padahal daun ini bisa diolah menjadi beragam masakan, seperti sebagai bumbu seafood, campuran salad, campuran jus, campuran teh atau tumisan. Teks&Foto: Budi Sutomo

Topik: Ulas Bahan
Rahasia Kelezatan Masakan Oriental

— Budi Sutomo • November 9th, 2007 • komentar

Anda pasti bertanya-tanya kenapa ya kecap aromanya wangi dan segar, atau sapo tahu ko harum dan mengundang selera. Salah satu bumbu yang andil memberikan aroma tersebut adalah pekak atau bunga lawang yang memiliki aroma wangi yang khas. Teks/Foto: Budi Sutomo

Dalam seni kuliner Indonesia, pekak memang kurang populer dibandingkan lada, pala atau cengkih. Namun jika kita menengok ke kuliner asia, terutama Cina, Thailand, Vietnam, Jepang dan negara oriental lainnya, bumbu ini banyak digunakan. Di dalam masakan, pekak memberi aroma harum/wangi yang khas.

Pengunaanya bisa dimasukkan langsung dalam bentuk utuh atau dihaluskan/serbuk. Masakan seperti bebek panggang ala peking, sapo, sup buntut, kari, tumis daging atau hidangan panggang akan lebih sedap dengan menambahkan bumbu ini. Pekak juga menjadi campuran bumbu khas Cina, yaitu bumbu ngo-hiang: Penggunaanya dicampur dan dihaluskan dengan adas, cengkih, kayu manis dan lada szechuan. Pekak mempunyai nama latin Illicium verum. Di beberapa negara dan daerah, pekak memiliki nama yang berbeda. Orang keturunan Tionghoa di Jawa menyebutnya pekak, orang Bali memanggilnya dengan sebutan bunga lawang. Sedangkan Negara Eropa menyebutnya star anise karena bentuknya menyerupai bintang, di Italia disebut anice stellato dan masarakat Jerman memanggilnya Sternanis.

Topik: Ulas Bahan
Tips Membuat Kue Kering

— Budi Sutomo • November 9th, 2007 • komentar

Banyak orang mengeluh malas membuat kue kering karena proses pembuatannya yang lama dan perlu ketelatenan ekstra. Apalagi saat mengaduk adonan sugar dough atau yang lebih populer disebut adonan pasir. Yang mana semua bahan dicampur menjadi satu dan diaduk-aduk menggunakan garpu atau pisau hingga berbutir-butir. “Tangan bisa gempor,” kata rekan di tim dapur uji setiap kali membuat kue kering.

Jangan berkecil hati, gunakan mixer satu mata gigi untuk mengaduk adonan kue kering. Jangan menggunakan dua mata gigi karena mata pisau bisa tidak berjalan karena selip akibat adonan yang berat. Hasilnya, selain mempersingkat waktu pengadukan, adonan juga tercampur rata dan tekstur kuepun renyah. Caranya gampang, Anda tinggal memasukkan semua bahan kering seperti tepung, gula, baking powder, cokelat bubuk terlebih dahulu. Setelah tercampur rata baru ditambahkan kuning telur dan mentega/margarin sedikit demi sedikit. Aduk dengan kecepatan gigi satu hingga adonan berbutir-butir. Padatkan adonan, giling dan cetak sesuai selera. Teks&Foto: Budi Sutomo

Topik: Tips Kuliner
Wisata Kuliner: Mie Vegetarian

— Budi Sutomo • November 9th, 2007 • komentar

Setiap kali berkunjung ke Thailand selalu ada makanan yang menarik untuk dicoba. Tidak hanya menu resto yang menggoda selera, makanan pinggir jalanpun lezat-lezat. Kebanyakan hidangan Thailand merupakan perpaduan dari rasa asin, pedas, asam dan manis yang diramu secara pas sehingga terasa lezat di lidah.

Kelezaatan sup tom yam goong, hor mok, look choob atau mi grob sudah banyak kita jumpai di Jakarta. Namun aneka mie ala vegetarian yang satu ini layak Anda coba jika berkunjung ke sana. Lokasinya di pusat kota Bangkok, tepatnya seberang Word Trade Center atau I Setan Mall. Di sepanjang jalan ini, mulai dari pagi hingga malam dipenuhi penjual makanan yang lezat dan murah. Cukup merogoh kocek 20 bhat atau sekitar Rp. 4.500 perak Anda sudah bisa menikmati satu porsi mie ala vegetarian yang lezat.

Saya sebut mie vegetarian karena semua jenis mienya diolah tanpa tambahan daging, seafood atau telur. Mie vegetarian ini diolah hanya dengan tambahan bumbu dan aneka sayuran. Namun soal rasa jangan ditanya, gurih, lezat dan yang pasti menyehatkan. Di dalam menambahkan sayuran, penjual mie vegetarian juga tidak tanggung-tanggung. Mie goreng tauge misalnya, dominan taugenya dari pada mienya. Jadi rasanya tidak enek, tetapi gurih dan segar karena minyak yang digunakan juga sedikit. Bumbu yang digunakan sebenarnya sederhana, jenis mie ini hanya menambahkan bawang putih, kecap ikan, gula pasir, air jeruk nipis, thai basil (bai horapa), garam dan sedikit lada. Jika kurang mantap, ajat atau acar mentimun dan nam jim ahan thaleh atau saus cabe dan bawang bisa dijadikan pelengkap. Habis makan mie vegetarian saya jadi berpikir, pantas saja orang Thailand, kulitnya mulus-mulus dan berbadan langsing. Bisa jadi karena pola makan mereka yang banya mengkonsumsi sayuran, buah dan rendah lemak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: